[Video] PARAH !!! Masih SD Udah Tawuran Bawa Senjata Tajam !!!

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280

BeritavideoFB - Anak-anak sekarang kelakuannya makin memprihatinkan. Anak SD jaman sekarang saja sudah tau tawuran dengan membawa senjata tajam. Seakan nggak ada takutnya mereka hendak saling baku hantam satu sama lain.

Seperti yang terekam dalam video di bawah ini, anak-anak SD yang masih di bawah umur hendak bertikai satu sama lain. Untung saja ada warga yang mengejar mereka. Sehingga anak-anak bocah ini akhirnya kabur melarikan diri.

Siapa yang salah sehingga menyebabkan anak-anak SD ini pada tawuran?


Tawuran adalah suatu proses saling menyerang atau berkelahi yang dilakukan secara berkelompok dan terjadi antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya karena ada suatu permasalahan. Tawuran tidak mengenal usia, mereka yang terlibat dalam tawuran bisa saja remaja, orang dewasa, bahkan anak-anak di bawah umur.

Pada awalnya tawuran antarpelajar hanya menjadi gejala sosial yang terdapat pada pelajar-pelajar di kawasan perkotaan. Namun, sekarang ini tawuran turut menjadi mede bagi pelajar-pelajar yang jauh dari perkotaan. Gejala sosial ini tentu saja bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat.

Pada umumnya tawuran di awali oleh konflik yang terjadi antar siswa di dalam suatu sekolah atau antarsekolah. Karena perasaan solidaritas antar siswa di dalam sekolah masing-masing, perkelahian akan melus dan menghasilkan konflik antar siswa dari sekolah yang berlainan.

Kadang-kadang kita temui siswa yang terpaksa ikut tawuran karena tidak ingin di sebut tidak solider, penakut, atau tidak setia kawan. Dalam kondisi seperti ini, siswa yang sejak awal tidak terlibat atau menganggap bahkan tawuran adalah pelanggaran nilai dan norma yang tidak disukai oleh semua lapisan masyarakat maka terpaksa mengikuti pola berkelahi yang baru mereka temukan antara teman-temannya sesama pelajar.

Di bawah ini dapat Anda tonton tawuran antar anak SD yang membawa senjata tajam.



Faktor Penyebab Terjadinya Tawuran


Terdpat dua faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar yaitu faktor internal dan factor eksternal. Factor internal adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi milieu di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar. Perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Adapun faktor eksternal adalah sebagai berikut.

A. Faktor keluarga

Faktor keluarga terdiri dari sebagai berikut.
1) Baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah rumah tangga.
2) Perlindungan lebih yang diberikan orang tua.
3) Penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah memikul tanggunf jawab sebagai ayah dan ibu.
4) Pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal, dan tindakan asusila.

B. faktor lingkungan sekolah

lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olahraga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk, dan sebagainya.

C. Faktor milieu/lingkungan

Lingkungan sekitar yang tidak baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja.
Terkait dengan konsep kelompok sosial, W.G. Summer membagi kelompok sosial menjadi dua yaitu in-group dan out-group. Menurut summer, dalam masyarakat primitif yang terdiri dari kelompok – kelompok kecil dan tersebar di suatu wilayah terdapat pembagian jenis kelompok yaitu kelompok dalam (in-group) dan kelompok luar (out-group). Kelompok dalam (in-group) adalah kelompok sosial yang individu-individunya mengidentifikasikan dirinya dengan kelompoknya. Adapun kelompok luar (out-group) merupakan merupakan kelompok di luar kelompok in-group.

Di kalangan kelompok dalam di jumpai persahabatan, kerja sama, keteraturan, dan kedamaian. Apabila kelompok dalam berhubungan dengan kelompok luar maka munculah rasa kebencian, permusuhan, atau perang. Rasa kebencian itu di wariskan dari satu generasi ke genarasi yang lain dan menimbulkan rasa solidaritas dalam kelompok (in-group feeling). Anggota kelompok menganggap kelompok mereka sendiri sebagai pusat gejala-gejalanya (etnosentrisme).

ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

0 Response to "[Video] PARAH !!! Masih SD Udah Tawuran Bawa Senjata Tajam !!!"

Post a Comment